Wednesday, October 22, 2008

Kebiasaan.


Aku mula membiasakan diri dengan Bali.

Tiap pagi melihat tingkap yang sama.Toilet yang sama.Dan ibu yang sama.lolx

Semuanya mula suram dan agak membosan.

Parabola hidup.

Tapi,

Ada satu yang aku suka dengan indonesia.iaitu musiknya.

Yang menarik sekarang adalah dominasi penggunaan idiom `indie’ dan bukan underground untuk mendefinisikan sebuah scene musik non- mainstream local.

Sempat terjadi polemik dan perdebatan klasik mengenai istilah `indie atau underground’ ini di indonesia. Sebahagian orang memandang istilah `underground’ semakin biasa kerana kenyataannya kian hari semakin banyak band-band underground yang `sell-out’,Macam cendawan tumbuh.Samada Mengikat kontrak di major label,mereka mengubah style musik dan indentiti demi kepentingan bisnes atau laris manis menjual album hingga puluhan ribu keping.

SELFISH MOTHERFUCKA!!!

Sementara sebagian lagi lebih senang menggunakan idiom indie kerana lebih `elastis’ dan lebih friendly bagi band-band yang memang tidak memainkan style musik ekstrem. Walaupun terkena tempias lebih bekerjasama, istilah indie ini belakangan juga semakin sering digunakan oleh media massa nasional, jauh meninggalkan istilah ortodoks `underground’ itu tadi.

Ditengah hebohnya perdebatan indie/underground, major label atau indie label, ratusan band baru terlahir, puluhan indie label melahirkan album, ribuan distro/clothing shop dibuka di seluruh Indonesia.

Infrastruktur scene musik non-mainstream ini pun kian established dari hari ke hari. Mereka seakan tidak peduli lagi dengan polarisasi indie-major label yang makin tidak substansial. Bermain musik sebebas mungkin,bersenang-senang lebih menjadi `panglima’ sekarang ini.

2 comments:

Anonymous said...

eyh cyg!
ske sgt pktaan selfish 2'an!
cyg jual ikan erk?hahahaha

ANDY said...

ikan ek?
jual keli arhh kedi!!
haha